Badan Ibarat Baju Daripada Jiwa
Seperti halnya orang menanggalkan pakaiannya yang usang dan mengenakan pakaian yang baru, demikian pula atman meninggalkan badan [yang lama] dan masuk ke badan kelahiran baru dan tidak pernah mati.
Ini mobilku artinya mobil ini tidak sama dengan aku. Begitu juga ini tanganku, ini badanku, ini kepalaku berarti tanganku badanku dan kepalaku tidak sama dengan aku.
Lalu siapakah aku ?
Aku tidak lain adalah atma atau jiwa yang menghuni setiap tubuh makhluk hidup itu sendiri. Senjata tidak dapat melukainya, api tidak dapat membakarnya, air tidak dapat membasahinya, dan angin tidak dapat mengeringkannya.
Segala yang lahir akan mati, atma tidak pernah lahir maka atma tidak akan pernah mati, ia abadi.
Arharwaveda IX.10.11
Jiwa [Atman] sebuah tubuh yang mati mengambil bentuk tubuh yang lain,
Yayurveda XII.36
Jiwa Individual [Atman] engkau datang di dalam rahim seorang ibu dan mengambil bentuk kelahiran yang lain,
Yayurveda XII.38
Jiwa Individual, ketika tubuhku menjadi abu, engkau mencapai air dan bumi. Kemudian berdiam di dalam rahim ibu, engkau mengambil kelahiran lagi yang memiliki Jiwa yang diterangi,
Rgveda I.164.38
Jiwa yang kekal yang memiliki tubuh yang fana, mengambil bentuk eksistensi yang lain atau bentuk eksistensi yang itu menurut tindakan/perbuatannya sendiri,
Weda yang disusun dalam bentuk wiracerita atau yang lebih dekenal dengan Epos Mahabharata oleh Bhagawan Byasa.
Meninjau Tentara-tentara Perang di Kurusetra.
Ringkasan Bhagawad-Gita.
Karma Yoga
BAB IV Pengetahuan Rohani.
Perbuatan dalam Kesadaran Ilahi.
Meditasi Mengendalikan Pikiran dan Indria ( Dyana Yoga ).
Pengetahuan Tentang yang Mutlak.
Cara Mencapai Tuhan yang Mahakuasa.
Pengetahuan yang Paling Rahasia.
Kehebatan Tuhan yang Mutlak ( Wibhuti Yoga ).
Bentuk Alam Semesta ( wiswa rupa dharsana yoga ).
Pengabdian Suci ( bhakti yoga ).
Alam, Kepribadian yang Menikmati dan Kesadaran.
Tiga Sifat Alam Material.
Yoga Berhubungan dengan Kepribadian yang Paling Utama.
Sifat Rohani dan Sifat Jahat.
Golongan Keyakinan.
Kesempurnaan Pelepasan Ikatan.
SARASAMUCAYA
Kitab saraccamuscaya adalah ringkasan dan cara mengaplikasikan ajaran Bhagawad-gita pada kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat, yang ditulis dengan bahasa Kawi oleh Bhagawan Wararuci, seorang guru Spiritual.
- SARASAMUSCAYA
- I PRAKATA
- II DASAR DAN TUJUAN HIDUP
- III. KEAGUNGAN DHARMA [KEBAJIKAN]
- IV PERIHAL SUMBER DHARMA [KEBAJIKAN]
- V PERIHAL PELAKSANAAN DHARMA
- VI PRIHAL CATUR WARNA [EMPAT GOLONGAN PROFESI]
- VII PERIHAL KEMARAHAN
- VIII PERIHAL ORANG TANPA KEPERCAYAAN [NASTIKA]
- IX PERIHAL SATYAWACANA [SETIA PADA KATA-KATA]
- X PERIHAL AHIMSA [TIDAK MEMBUNUH-BUNUH]
- XI PERIHAL SATEYA [TIDAK MENCURI]
- XII PERIHAL PERBUATAN SUSILA
- XIII PERIHAL DANA PUNIA [SEDEKAH]
- XIV PERIHAL PERGAULAN HIDUP
- XV PERIHAL PERBUATAN TERPUJI
- XVI PERIHAL HARTA BENDA
- XVII PERIHAL ORANG BERILMU DAN BERBUDI
- XVIII PERIHAL ORANG DURJANA
- XIX PERIHAL HUKUM KARMA
- XX PERIHAL KEKUASAAN MAUT
- XXI PERIHAL TUMIBAL LAHIR [SAMSARA]
- XXII PERIHAL KEBODOHAN
- XXIII PERIHAL KAMA [NAFSU] DAN PEREMPUAN NAKAL
- XXIV PERIHAL TRESNA [KEHAUSAN CINTA]
- XXV PERIHAL KELOBAAN
- XXVI PERIHAL IKATAN CINTA KASIH
- XXVII PERIHAL ORANG BIJAKSANA