Bhiksuka/Sanyasin adalah Tahapan Hidup Meninggalkan Kesenangan Duniawi
Pada tingkatan bhiksuka ini segala sesuatunya akan berkiblat pada hal-hal yang bersifat menuju kesucian lahir dan bathin, sudah tentu meninggalkan ikatan ke duniawian. Hal ini merupakan titik awal dari kelepasan akhir bagi kehidupannya. Kekuatan akal, keteguhan iman untuk selalu memusatkan pikirannya agar dapat bersatu dengan-Nya. Pada tingkat ini seorang Sanyasin menjadi seorang pertapa, pengembara, juga pada tingkat ini para Sanyasin mencapai kesempurnaan Jnananya. Tingkat penyucian lahir dan batin agar dapat menyatu dengan Brahman yaitu dengan jalan pranayama [pengaturan nafas], tapa dan meditasi, yang bertujuan untuk melepaskan diri dari roda kehidupan. Seorang Bhiksuka berusaha semaksimal mungkin mengatasi indrianya, agar jangan terpengaruh lagi atas dunia maya, bahkan harta sama sekali tidak ada arti baginya. Cuma yang ada pada dirinya sebuah angan-angan mulia yang kekal dan abadi untuk menyatukan diri kepada sang pencipta-Nya.
- SARASAMUSCAYA
- I PRAKATA
- II DASAR DAN TUJUAN HIDUP
- III. KEAGUNGAN DHARMA [KEBAJIKAN]
- IV PERIHAL SUMBER DHARMA [KEBAJIKAN]
- V PERIHAL PELAKSANAAN DHARMA
- VI PRIHAL CATUR WARNA [EMPAT GOLONGAN PROFESI]
- VII PERIHAL KEMARAHAN
- VIII PERIHAL ORANG TANPA KEPERCAYAAN [NASTIKA]
- IX PERIHAL SATYAWACANA [SETIA PADA KATA-KATA]
- X PERIHAL AHIMSA [TIDAK MEMBUNUH-BUNUH]
- XI PERIHAL SATEYA [TIDAK MENCURI]
- XII PERIHAL PERBUATAN SUSILA
- XIII PERIHAL DANA PUNIA [SEDEKAH]
- XIV PERIHAL PERGAULAN HIDUP
- XV PERIHAL PERBUATAN TERPUJI
- XVI PERIHAL HARTA BENDA
- XVII PERIHAL ORANG BERILMU DAN BERBUDI
- XVIII PERIHAL ORANG DURJANA
- XIX PERIHAL HUKUM KARMA
- XX PERIHAL KEKUASAAN MAUT
- XXI PERIHAL TUMIBAL LAHIR [SAMSARA]
- XXII PERIHAL KEBODOHAN
- XXIII PERIHAL KAMA [NAFSU] DAN PEREMPUAN NAKAL
- XXIV PERIHAL TRESNA [KEHAUSAN CINTA]
- XXV PERIHAL KELOBAAN
- XXVI PERIHAL IKATAN CINTA KASIH
- XXVII PERIHAL ORANG BIJAKSANA