Jiwa Adalah Percikan Kecil Tuhan Yang Bersemayam Pada Setiap Makhuk Hidup

Weda menyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menghidupkan seluruh mahluk hidup baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Tuhan Yang Maha Esa yang disebut Atman memasuki segalanya dan menghidupkan seluruh mahluk hidup,


Beliau [Tuhan Yang Maha Esa] bersemayam di hati seiap makhluk hidup. Tidak ada makhluk hidup dapat hidup tanpa beliau [Tuhan Yang Maha Esa]. 

Karena beliau terselubung oleh kemampuan maya-Nya, makhluk ciptaannya tidak mengenal beliau. Walaupun makhluk ciptaannya tidak mengenalinya,  beliau mengetahui mereka semua, 
  • apa yang telah lalu, 
  • yang terjadi sekarang, dan 
  • yang akan terjadi mendatang.
Prinsipnya bahwa atma yang sama ada pada setiap hati manusia. Hanya ada satu matahari untuk semua manusia. Makhluk yang berbeda-beda tidak memiliki matahari sendiri-sendiri, tidak ada matahari tersendiri untuk setiap jenis kehidupan yang berlainan di setiap pelosok dunia yang berbeda-beda. 
Hanya ada satu matahari.

Ada jambangan tanah liat, ada mangkuk kuningan, ada mangkuk perak atau tembaga, mungkin ada ribuan mangkuk yang berbeda-beda, semuanya berisi air, tetapi hanya ada satu matahari bersinar di langit, yang bayangannya tercermin dalam air di setiap mangkuk. 

Karena bayangan yang banyak itu, kelihatannya matahari banyak, tetapi walaupun mangkuk-mangkuk itu berbeda dan bayangan matahari banyak, matahari yang dipantulkan hanya satu. 
Nilai setiap mangkuk juga berbeda; mangkuk perak lebih mahal bila dibandingkan dengan mangkuk tanah liat, namun demikian matahari yang dipantulkan hanya matahari yang satu itu saja.

Begitu juga dari yang paling pandai sampai kepada yang paling dungu, dari yang paling kaya sampai yang paling miskin, maharaja yang terbesar sampai orang yang paling hina, tubuhnya berbeda-beda tetapi atma yang dipantulkan dalam badan-badan itu, Yang Maha Esa yang bersemayam dalam semua badan itu adalah satu atma itu juga.

Pakaian yang kita pakai dan perhiasan yang kita kenakan mungkin sangat mahal; orang miskin tidak akan mampu memiliki barang yang mahal seperti itu. Ini seperti perbedaan nilai mangkuk-mangkuk itu, tetapi ketuhanan yang ada di dalam semua badan itu hanya satu. 

Kalau kita telah menyadari kebenaran ini, kita akan dapat melakukan pengendalian diri indera dengan mudah.

Daripada berusaha mengendalikan orang lain lebih baik kita berusaha mengendalikan diri kita sendiri.

Cacat dan kesalahan ada pada setiap orang. Kalau seseorang berbuat salah, mungkin tugas kita adalah menunjukkan jalan yang benar. 
Tetapi yang paling penting adalah memperbaiki diri kita sendiri dan melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita dengan selalu menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Esa ada pada setiap orang.

Landasan filosofi yang dipakai pedoman untuk memahami bahwa Tuhan Yang Maha Esa bersemayam pada setiap makhluk hidup adalah beberapapa mantra-mantra weda seperti di bawah ini;

Atharwaveda XI.8.30
Tuhan Yang Maha Esa merasuki tubuh manusia dan menjadi penguasa tubuh  itu,

Atharwaveda XI.8.23
Segala macam zat merasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan,                    pengetahuan praktis, dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan,              Tuhan Yang Maha Esa [makhluk teragung], Rgveda, Samaveda dan Yayurveda,

Atharwaveda XI.3.3
Tuhan Yang Maha Esa menghidupkan dan menghancurkan. Beliau adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta,

Atharwaveda X.8.25
Yang Satu [sang Mula Prakrti] bahkan lebih halus darpada rambut dan yang lain [yaitu Jiwatma atau Jiwa Individual] adalah tidak dapat dilihat. Tetapi dari yang paling halus dan Dewata yang meliputi semuanya [yaitu Iswara atau Jiwa Agung] adalah satu-satunya objek [tujuan] dari cinta,

Atharwavwda X.8.26
Dewa yang kekal dan bertuah ini [yaitu Sang Jiwa Agung] bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana,

Atharwavwda X.8.26
Tuhan Yang Maha Esa Memasuki tubuh manusia yang seperti kota ini, yang mulia, penghancur kepedihan [derita], yang ditutupi dengan kemasyuran, yang berwarna emas dan yang tak terkalahkan,

Atharwavwda IX.9
Tuhan Yang Maha Esa tidak memiliki tulang menopang makhluk yang memiliki tulang,

Atharwavwda XIX.51.1
Aku [Tuhan Yang Maha Esa] tidak terkalahkan.
Jiwa [Atma]-Ku tidak dapat ditaklukkan,

Atharwavwda I.32.1
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Agung adalah sumber kehidupan di dalam tanam-tanaman dan tumbuhan rempah [obat],

Rgveda X.82.7
Tuhan Yang Maha Esa ada di dalam hatimu,

Rgveda I.164.20
Ada dua ekor burung [yaitu Jiwa Individual dan Jiwa Agung], yang dipersatukan dengan ikatan persahabatan, bertempat tinggal di atas pohon yang sama [yaitu dunia material]. Salah satu dari mereka [yaitu Jiwa Individual] menikmati buah matang yang manis [yaitu hasil-hasil/akibat-akibat dari perbuatannya], sedangkan yang lainnya [yaitu Jiwa Agung] menyaksikan segalanya tanpa menikmati buah-buahnya [yaitu tidak terpengaruh oleh akibat [hasil] dari perbuatan-perbuatan itu],

Rgveda I.164.31
Tuhan Yang Maha Esa adalah pelindung dari semua organ indera. Beliau tidak bisa dilenyapkan. Beliau bergerak di sini dan di sana. Aku telah memvisualisasikan beliau,


Rgveda X.90.4
Tiga-perempat bagian eksistensi Tuhan Yang Maha Esa ada di luar alam semesta. Hanya seperempat dari eksistensi-Nya dapat dilihat di sini,

Rgveda VIII.58.2
Tuhan Yang Maha Esa adalah satu [Esa]. Beliau mengambil setiap bentuk di alam semesta,

Rgveda XIII.48.12
Tuhan Yang Maha Esa adalah abadi [kekal],
Beliau ada [eksis] di alam umat manusia yang fana,

Rgveda X.60.7
Tuhan Yang Maha Esa adalah ayah kita, ibu kita, dan pemberi kekuatan/pemberi semangat [enlivener]. Beliau ada bersama kita,

Rgveda X.121.2
Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan spiritual [rohaniah] dan kekuatan fisikal [jasmaniah]. 
Semua para Dewa mematuhi perintah-perintah-Nya. Kebaikan hati-Nya adalah keabadian dan kemarahan-Nya adalah kematian. 
Kami menghaturkan persembahan kepada-Nya,

Atharwaveda VII.66.1
Tuhan Yang Maha Esa ada di langit, di udara, dan juga pada tanam-tanaman,

Atharwaveda  XI.8.32
Maka dari itu, orang-orang yang berpengetahun tinggi memandang jiwa individual sebagai Tuhan yang Maha Esa yang Maha Agung karena semua para Dewa bertempat-tinggal di dalam tubuh itu, Sebagaimana sapi-sapi betina dalam sebuah kandang sapi,

Atharwaveda X.8.44
Jiwa Individual [Jiwatman] adalah tanpa-nafsu, bijaksana, kekal, berwujud tersendiri, berbahagia, dan sempurna dalam segala hal,

Atharwaveda IX.5.16
Jiwa Individual, engkau adalah kekal.
Engkau berbahagia sepenuhnya,

Rgveda VI.9.4
Jiwa yang kekal [abadi] ini berdiam di dalam tubuh manusia,

Rgveda X.48.5
Kami adalah Sang Jiwa-Teragung [Parama Atma],
Kami tak terkalahkan [tidak bisa dikalahkan],

Rgveda X.48.6
Jiwa tidak bisa dihancurkan,

Rgveda VI.9.6
Sang Jiwa [Atman] berdiam di dalam hati.
Weda yang disusun dalam bentuk wiracerita atau yang lebih dekenal dengan Epos Mahabharata oleh Bhagawan Byasa.
Meninjau Tentara-tentara Perang di Kurusetra.
Ringkasan Bhagawad-Gita.
Karma Yoga
BAB IV Pengetahuan Rohani.
Perbuatan dalam Kesadaran Ilahi.
Meditasi Mengendalikan Pikiran dan Indria ( Dyana Yoga ).
Pengetahuan Tentang yang Mutlak.
Cara Mencapai Tuhan yang Mahakuasa.
Pengetahuan yang Paling Rahasia.
Kehebatan Tuhan yang Mutlak ( Wibhuti Yoga ).
Bentuk Alam Semesta ( wiswa rupa dharsana yoga ).
Pengabdian Suci ( bhakti yoga ).
Alam, Kepribadian yang Menikmati dan Kesadaran.
Tiga Sifat Alam Material.
Yoga Berhubungan dengan Kepribadian yang Paling Utama.
Sifat Rohani dan Sifat Jahat.
Golongan Keyakinan.
Kesempurnaan Pelepasan Ikatan.

SARASAMUCAYA

Kitab saraccamuscaya adalah ringkasan dan cara mengaplikasikan ajaran Bhagawad-gita pada kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat, yang ditulis dengan bahasa Kawi oleh Bhagawan Wararuci, seorang guru Spiritual.

Postingan populer dari blog ini

Anda Akan Lebih Percaya Diri dan Berani Jika Baca Kata-kata Ini

Promosi Unik dan Kretif untuk Bisnis

Hukum Karma Berjalan Secara Outopilot