Meraih Kasih Tuhan Melalui Jalan Ilmu Pengetahuan
Sesungguhnya ada banyak yadnya (ibadah) yang dilalukan manusia untuk meraih kasih Tuhan Yang Maha Esa. Semua yadnya ini timbul berdasarkan tingkat keadaan manusia-manusia berdasarkan evolusi manusia itu sendiri dalam hidup ini.
Setiap manusia berdasarkan sifat-sifat prakertinya (badan kasarnya) membentuk warna [tujuan hidupnya sendiri-sendiri]. secara pribadi masing-masing dan kemudian mempersembahkan pengorbanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai kondisi-kondisi yang di sandangnya.
- Ada yang mengendalikan pendengaran mereka dengan tapanya [disiplin diri berupa tapa atau meditasi] yang ketat.
- Ada yang melepaskan semua selera-selera indera mereka, dan menjauhi obyek-obyek duniawi.
- Ada yang mempersembahkan harta benda mereka,
- ada juga yang mempersembahkan berbagai tindakan atau kegiatan spiritual seperti meditasi, Swadhaya [membaca kitab-kitab suci secara hening], ilmu pranayama [pengendalian nafas], dan
- ada yang mengendalikan cara makan mereka dengan berpuasa atau vegetarian, atau berpantang terhadap sesuatu seperti tidak makan mahluk hidup tertentu, dan lain sebagainya.
Dari sekian banyak jenis bentuk yadnya, adalah yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan [kebijaksanaan] yang dianggap sebagai yadnya yang paling suci untuk Tuhan Yang Maha Esa.
Yadnya ini nilainya lebih tinggi dan luhur dibandingkan dengan yadnya-yadnya bentuk lainnya, karena semua tindakan kita tanpa kecuali akan bermuara pada ilmu pengetahuan [Bhagavadgita IV.33].
Tetapi tidak boleh menganggap remeh atau rendah bentuk-bentuk yadnya lainnya, karena semuanya itu hanya merupakan tangga-tangga evolosi seseorang pemuja ke arah spiritual yang lebih tinggi sifatnya.
Secara otomatis, bagi seserang pemuja yang tulus semuanya akan diatur oleh-Nya.
Lalu mengapa jalan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan [jnana] dianggap lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan jalan yang lainnya ?
Karena di dalam kebijaksanaan terdapat kebajikan atau kebebasan dari dunia ini untuk kita semuanya.
Orang-orang bijaksana tak akan menyimpan ilmu pengetahuan untuk dirinya sendiri saja, tetapi akan membagikannya kepada yang lain-lain agar tercapai kesejahteraan untuk semuanya, dan semua itu dilakukan tanpa pamrih.
- kecerdasan akal budhi,
- intelektualitas,
- pengetahuan spiritual,
- kecermatan,
- cahaya yang terang, dan sebagainya.
Sloka-sloka Weda yang berkaitan dengan jalan ilmu pengetahuan [jnana yadnya] adalah sebagai berikut;
- SARASAMUSCAYA
- I PRAKATA
- II DASAR DAN TUJUAN HIDUP
- III. KEAGUNGAN DHARMA [KEBAJIKAN]
- IV PERIHAL SUMBER DHARMA [KEBAJIKAN]
- V PERIHAL PELAKSANAAN DHARMA
- VI PRIHAL CATUR WARNA [EMPAT GOLONGAN PROFESI]
- VII PERIHAL KEMARAHAN
- VIII PERIHAL ORANG TANPA KEPERCAYAAN [NASTIKA]
- IX PERIHAL SATYAWACANA [SETIA PADA KATA-KATA]
- X PERIHAL AHIMSA [TIDAK MEMBUNUH-BUNUH]
- XI PERIHAL SATEYA [TIDAK MENCURI]
- XII PERIHAL PERBUATAN SUSILA
- XIII PERIHAL DANA PUNIA [SEDEKAH]
- XIV PERIHAL PERGAULAN HIDUP
- XV PERIHAL PERBUATAN TERPUJI
- XVI PERIHAL HARTA BENDA
- XVII PERIHAL ORANG BERILMU DAN BERBUDI
- XVIII PERIHAL ORANG DURJANA
- XIX PERIHAL HUKUM KARMA
- XX PERIHAL KEKUASAAN MAUT
- XXI PERIHAL TUMIBAL LAHIR [SAMSARA]
- XXII PERIHAL KEBODOHAN
- XXIII PERIHAL KAMA [NAFSU] DAN PEREMPUAN NAKAL
- XXIV PERIHAL TRESNA [KEHAUSAN CINTA]
- XXV PERIHAL KELOBAAN
- XXVI PERIHAL IKATAN CINTA KASIH
- XXVII PERIHAL ORANG BIJAKSANA